Tak dapat dipungkiri bahwa kita
belajar dari hal-hal kecil, hal kecil tersebutlah yang tanpa disadari membentuk
figur pribadi. Tujuan dari pemimpin adalah mengangkat anggota tim, bukan malah bertindak
sebagai penyuruh. Itulah yang kami pelajari selama ini, kita membentuk secara
terstruktur tidak diajarkan untuk menjadi yang terbuang. Dalam menjalankan
kepemimpinan tiga hal yang selalu menyerrtai; perhatian yang tulus, kerendahan
hati, dan ucapan terimakasih. Dengan 3 hal ini selalu mampu menggerakkan
keringanan dalam memimpin. Seorang pemimpin selalu memiliki karisma yang
didefinisikan sebagai tindakan pemimpin lebih penting dari orang-orang yang ia
pimpin.
![]() |
| Tim work |
Warisan terbesar yang ditinggalkan oleh pemimpin adalah pemimpin lain
yang didewasakannya sebelum ia mangkat. Bagaimana ia mampu membentuk figur yang
memiliki potensi sebagai pemimpin. Menambah nilai pada anggota tim dan
menolong mereka meraih kemengangan adalah inti dari kepemimpinan.
Selalu ditanamkan, jadikan
masalah sebagai peluang membina karakter. Karena kerja sama tim tidak akan
diuji pada masa-masa senang. Keteguhan tim baru akan teruji saat masalah datang
menerpa. Sesuai kata C.S Lewis (ahli apologetika): “Tuhan mengizinkan kita
mengalami titik-titik rendah kehidupan demi mengajarkan banyak hal yang tak
bisa kita pelajari dengan cara yang lain”
Kita terus dibentuk menjadi orang
yang selalu merasa tergugah untuk mengerjakan misi hidup
***
Resume part one
_NS

Tidak ada komentar:
Posting Komentar