Mata ini
jauh menelusuri setiap titik pada dunia ini.
Kini ku
temukan sebuah langkah untuk mencapai semua titik itu
Ku telusuri
lebih dalam semak belukar, ku urai kalimat yang mampu menggemakan gua yang
penuh dengan kehening, dan ku melangkah penuh ketegaran mencari apa yang aku
impikan.
Banyak duri
yang bertebaran di jalan bak rumput liar, banyak lorong sempit yang dengan
penuh kekuatan menghimpit raga ini, banyak angin bak penyusup yang menabrak
tubuh hingga terasa sulit untuk berdiri, dan banyak hewan yang bersua seakan
tak yakin kepada setiap insan yang melewatinya.
Bertebaran
sisa pepohonan yang tak lagi memperlihatkan tanda-tanda kehidupan dimata ini.
Namun mata ini memandang lebih jauh hingga menemukan dua buah pohon yang penuh
keakraban dan saling menyapa. Kuhampiri perlahan namun pasti dengan penuh
kehati-hatian agar tak mengagetkannya. Ku sapa dirinya dengan penuh tanya,
mereka hanya berucap bahwa semuanya berkat angin sepoi-sepoi yang setiap saat
datang menyapa, memberikan kesejukan dan ketentraman serta keceriaan hingga tak
ada alasan untuk menyerah.
Yah
pepohonan itulah aku. Seakan ingin tumbang oleh banyaknya tantangan dan
kegagalan. Namun, ku sadari bahwa di setiap kakiku melangkah ada harapan dari
mereka yang membawa ketentraman, keceriaan dan ketegaran bak angin sepoi-sepoi.
Sehingga dengan penuh asa ku berdiri, melangkah dan menatap serta tersenyum
kepada masa depan yang akan menjadikan diriku sendiri layaknya mentari yang
senantiasa memercikkan energi kepada setiap insan yang menginginkan
kehadirannya.
Ku akan
menggenggam semua angan dan mimpiku dengan penuh ketulusan, hingga saatnya tiba
kamu akan tersenyum melihat si gadis kecil nan polos telah menjadi gadis kecil
yang penuh dengan kedewasaan dan kesuksesan..
19 Agustus
2014 (Jl. Mustafa dg Bunga, Romang polong GOWA)